(+62-21) 750 2976 [email protected]
Kemudahan dalam mengatasi downtime kini telah tersedia dengan biaya yang sangat murah. Kini team IT Bank Perkreditan Rakyat dapat membebaskan diri mereka dari kekhawatiran terhadap downtime yang banyak menguras biaya perusahaan.

Disaster Recovery as a Services

Merupakan produk cloud untuk solusi mitigasi dan pemulihan dari downtime. Baik untuk downtime yang terduga seperti maintenance dan migrasi, maupun untuk downtime yang tidak terduga.

Downtime tidak terduga lebih berpotensi terjadi di era digital sekarang ini. Serangan cyber dapat menginfeksi keseluruhan sistem dan perangkat yang terhubung hanya melalui satu klik dari salah satu karyawan.

Terutama untuk divisi IT Bank Perkreditan Rakyat yang akhir-akhir ini lebih giat melakukan transformasi digital. Hal ini dapat kita lihat melalui maraknya situs online Bank Perkreditan Rakyat. Ini merupakan perkembangan yang sangat baik dalam industri jasa keuangan di Indonesia.

Namun, ketika perbankan terhubung ke internet, faktor risiko akan semakin banyak. Para profesional IT Bank Pekreditan Rakyat mungkin telah mengetahui bahwa serangan cyber semakin meningkat dan menargetkan layanan keuangan di seluruh dunia. Hal ini perlu juga diketahui oleh para direksi atau pimpinan Bank Perkreditan Rakyat. Indonesia menempati urutan ke-tiga dalam target serangan cyber akhir-akhir ini.

Berdasar fakta tersebut, tentu hal tersebut dapat membuat khawatir para pimpinan IT Bank Perkreditan Rakyat. Dan sebetulnya, kekhawatiran tersebut dapat kita jabarkan pada beberapa point ini:

  • Setiap serangan cyber akan menyebabkan downtime, operasional terhenti dan layanan perbankan online dan bahkan layanan offline juga terhenti.
  • Serangan malware seperti ransomware dan notpetya dapat membuat seluruh layanan perbankan lumpuh total. Dan ini membutuhkan beberapa hari untuk pemulihannya.
  • Bahkan seperti kasus pada Equifax, selain pemulihan dilakukan hampir setahun, juga menghadapi tuntutan hukum yang akan sangat menguras anggaran mereka.
  • Kegagalan dalam memulihkan sistem setelah terkena ransomware.

Berdasar hal tersebut diatas, infrastruktur IT Bank Perkreditan Rakyat harus siap menghadapi downtime tidak terduga. Karena di era serangan cyber sekarang ini, faktor penyebab downtime tidak terduga bertambah banyak.

Solusi antivirus mungkin di pandang cukup beralasan untuk digunakan sebagai solusi mitigasi infeksi malware pada sistem IT Bank Perkreditan Rakyat. Namun ransomware semakin canggih, mereka dapat “berkamuflase” pada file yang di nyatakan bersih dari infeksi virus / malware / trojan.

Ketika IT Bank Perkreditan Rakyat di pulihkan, maka ransomware dapat di aktifkan “Si pemilik” kapan saja dan darimana saja. Ini adalah tantangan di era digital bagi para pimpinan IT Bank Perkreditan Rakyat di seluruh Indonesia.

Solusi IT Bank Perkreditan Rakyat Dalam Atasi Downtime

IT Bank Perkreditan Rakyat membutuhkan solusi untuk mengatasi downtime. Membangun infrastruktur IT cadangan atau data center cadangan akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Demikian dalam menggunakan colocation pada penyedia jasa data center. Anggaran IT Bank Perkreditan Rakyat tentu akan terkuras jika harus membeli perangkat IT hanya sekedar untuk situs cadangan. 

Sebagai perbandingan, untuk membangun sebuah data center akan membutuhkan biaya sebesar Rp. 300 juta/M². Belum lagi biaya operasional seperti biaya listrik dan karyawan. Tentu ini merupakan biaya yang cukup tinggi, bahkan untuk perbankan besar sekalipun.

Disamping itu, perbankan nasional diwajibkan oleh peraturan Bank Indonesia untuk memiliki mitigasi risiko terutama dalam penggunaan operasional teknologi informasi. Hal ini harus dipahami baik oleh para pimpinan IT Bank Perkreditan Rakyat di seluruh Indonesia.

serangan cyber 24 oktober 2018 fire eye
Peraturan Bank Indonesia tersebut bermaksud untuk melindungi bisnis perbankan dan juga untuk melindungi nasabah / konsumen.

Oleh karena itu, dengan teknologi cloud, team Elitery telah membuat solusi untuk IT Bank Perkreditan Rakyat dalam mengatasi downtime. Produk ini bernama EliVault, yang merupakan solusi mitigasi dan pemulihan yang sangat mudah di dapat bagi IT Bank Perkreditan Rakyat.

Keuntungan Menggunakan EliVault

EliVault sebagai Disaster Recovery as a Service merupakan produk cloud on demand yang memiliki skalabilitas, sehingga tidak akan membebankan anggaran IT Bank Perkreditan Rakyat.

Berikut beberapa keuntungan dan manfaat yang diberikan oleh EliVault:

  1. Biaya sangat efisien, bahkan biaya per tahun EliVault tidak sampai biaya downtime 1 jam.
  2. Instalasi sangat mudah dan cepat, sehingga dapat membebaskan IT Bank Perkreditan Rakyat dari kerumitan.
  3. Memiliki teknologi pengenalan pola perilaku malware, sehingga dapat mendeteksi malware yang berkamuflase pada file sistem atau data yang dicadangkan.
  4. Proses pencadangan dapat terjadwal setiap hari.
  5. Selalu di monitor 24/7 oleh team Elitery.
  6. Proses Fail-Over dan Fail-Back saat terjadi downtime sangat mudah dan cepat, dibawah 1 jam, sehingga dapat memangkas kerugian bisnis sebagai dampak dari downtime.
  7. EliVault menggunakan infrastruktur Data Center kelas dunia yang sudah mendapatkan sertifikasi TIER III dari Uptime Institute, ISO 27001 untuk keamanan dan PCI DSS V 3.2 untuk keamanan transaksi keuangan.
  8. Fleksibel. EliVault dapat mengikuti skala perkembangan bisnis Anda.

EliVault sudah banyak digunakan oleh ratusan institusi keuangan di seluruh Indonesia dan sangat direkomendasikan oleh OJK serta Bank Indonesia. Elitery sendiri merupakan konsultan dan penyedia data center di Indonesia, yang juga telah merancang data center cadangan untuk Bank Indonesia dan mendapat sertifikasi TIER III dari badan internasional, The Uptime Institute.

EliVault juga telah banyak digunakan sebagai solusi mitigasi bencana untuk kurangi kerugian downtime bagi perusahaan startup FinTech.

Dapatkan Free Trial!

 
Share This