(+62-21) 750 2976 [email protected]
Perbankan nasional skala menengah seperti Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah diwajibkan untuk menjamin keberlangsungan operasional bisnis. Hal ini tertuang pada peraturan Kemenkominfo, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia.

Sayangnya, untuk membangun situs mitigasi bencana ataupun untuk sewa colocation pada data center pihak ketiga yang memenuhi syarat memerlukan investasi yang cukup memberatkan anggaran BPR dan BPD. Hal ini sangat berpotensi membuat perbankan nasional dengan skala menengah kesulitan untuk mematuhi kewajiban tersebut.

Pentingnya Mitigasi Bencana untuk Perbankan Nasional

Maraknya aksi serangan cyber yang dapat menginfeksi seluruh sistem hanya melalui e-mail karyawan perbankan nasional menambah tingkat risiko bisnis. Inovasi perbankan nasional di era digital juga dapat meningkatkan risiko downtime yang tak terduga.

Meningkatnya ancaman terhadap keamanan teknologi keuangan di era digital membawa kekhawatiran di sektor perbankan. Malware dapat masuk hanya melalui e-mail karyawan, dan dapat menginfeksi file atau data cadangan. Hal ini dapat berpotensi terjadinya pencurian data dan berhentinya operasi selama beberapa minggu.

Bencana alam hanya menempati porsi dibawah 10% dari seluruh kejadian downtime operasional bisnis. Ini artinya, downtime operasional bisnis dan layanan perbankan nasional dapat lebih sering terjadi di era digital sekarang ini.

Downtime merupakan hal yang paling mengkhawatirkan di bisnis apapun, terutama di sektor keuangan. Terhambatnya urusan bisnis dan meningkatnya kekecewaan pelanggan merupakan konsekuensi langsung dari kejadian downtime. Oleh karena itu, perbankan nasional membutuhkan situs cadangan sebagai cara untuk mengatasi downtime dan mitigasi bencana.

Bagi bisnis perbankan nasional berskala besar, tentu memiliki anggaran yang memadai untuk memiliki situs pemulihan bencana berikut operasional. Namun,bagi bank ukuran menengah, bisa jadi mereka tidak memiliki anggaran ratusan milyar untuk mendirikan situs mitigasi bencana.

Disaster Recovery as a Service (DRaaS) untuk BPR dan BPD

Ada kabar baik bagi bank skala menengah dalam memenuhi kebutuhan mitigasi bencana dan mitigasi downtime. Teknologi komputasi awan (cloud computing) memungkinkan solusi layanan pemulihan bencana yang lebih hemat anggaran.

Untuk menghadirkan situs cadangan, kini perbankan nasional tidak perlu mengeluarkan investasi pembangunan gedung data center ataupun investasi perangkat teknologi informasi. Cukup dengan menggunakan fasilitas dari penyedia layanan pemulihan bencana atau Disaster Recovery as a Services (DRaaS).

DRaaS ini dapat juga digunakan untuk menyimpan data-data sensitive yang tidak terlalu sering digunakan namun tetap harus disimpan sampai kurun waktu tertentu. Perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya sesuai dengan penggunaan saja.

Sehingga, BPR dan BPD kini dapat segera memiliki fasilitas mitigasi dan pemulihan bencana tanpa harus memberatkan keuangan. Dengan menggunakan DRaaS, BPR dan BPD berarti telah mematuhi peraturan dari Bank Indonesia dan dapat terhindar dari sanksi administratif.

Manfaat DRaaS untuk Bisnis Perbankan

Sebagai salah satu manfaat utama DRaaS, ketika terjadi downtime pada sistem utama perbankan, operasional bisnis dapat di alihkan sementara (fail-over) ke situs DRaaS. Sehingga, layanan perbankan dan operasional karyawan dapat terus berlanjut, sementara team IT memperbaiki sistem.

Setelah sistem utama berhasil dipulihkan, operasional bisnis dapat dikembalikan (fail-back) ke situs utama. Proses fail-over dan fail-back ini hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit.

Dengan demikian, perbankan nasional dapat menurunkan periode downtime. Ini artinya, DRaaS dapat menjaga produktivitas karyawan, menghidari kekecewaan nasabah dan menjaga bisnis anda dari kerugian yang lebih besar.

Downtime akan menyebabkan perusahaan kehilangan pendapatan dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Terkadang, biaya per 1 jam downtime hampir sama dengan biaya DRaaS untuk 10 tahun!.

Bagaimana Memilih Penyedia DRaaS ?

Keamanan dan kerahasiaan bisnis merupakan faktor penting bagi bisnis perbankan. Data adalah aset berharga perusahaan.

Dalam memilih penyedia Disaster Recovery, pihak perbankan nasional akan mempertimbangkan keamanan dan kerahasiaan bisnis.

DRaaS akan mereplikasi sistem secara virtual. Baik data dan sistem, semua di enkripsi dan hanya dapat dibuka oleh pihak pengguna yang diberikan wewenang.

Dalam menggunakan DRaaS, BPR dan BPD tidak perlu khawatir akan kerahasiaan data bisnis dan nasabah, sepanjang penyedia layanan tersebut telah tersertifikasi oleh ISO 27001 dan PCI DSS.

Dalam memilih provider DRaaS, perhatikan bagaimana provider DRaaS tersebut menjamin tingkat layanan mereka. Misal untuk ketersediaan akses 99.999%, ini harus di verifikasi dengan sebuah sertifikasi TIER III dari The Uptime Institute.

Sebagai pertimbangan akhir, pelajari pelanggan dari penyedia DRaaS tersebut. Jika banyak bisnis yang disektor sama dengan BPR dan BPD, ini artinya penyedia DRaaS tersebut dapat lebih dipercaya dan diandalkan.

Elitery Data Center Menghadirkan DRaaS

Melalui produk bernama EliVault, Elitery Data Center menghadirkan layanan untuk solusi mitigasi dan pemulihan bencana. EliVault di dukung infrastruktur teknologi informasi kelas dunia yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dan tersertifikasi secara internasional.

EliVault sangat layak digunakan oleh BPR dan BPD karena selain efisien, prosesnya juga cukup mudah.

Segera Hubungi Tim Marketing Elitery

Downtime is not an option
elivault ~ elitery data center
Share This