(+62-21) 750 2976 [email protected]

Dalam era transformasi digital dimana bisnis harus bersaing dengan kecepatan dalam mengeluarkan fitur baru yang berkualitas, layanan cloud backup akan semakin memiliki peran penting. Hal ini akan terkait pada live testing yang dilakukan tanpa ekosistem digital DevOps.

DevOps merupakan ekosistem digital yang dibutuhkan oleh setiap bisnis dalam proses transformasi digital. Proses transformasi digital akan berlajut terus menerus seiring perkembangan teknologi yang merubah cara orang dalam melakukan sesuatu. Inovasi layanan merupakan tujuan lanjutan dari transformasi digital.

Dalam melakukan inovasi, jika perusahaan tidak memiliki ekosistem DevOps maka akan sering terjadi kegangguan pada layanan yang sedang berjalan. Namun hal ini dapat diatasi dengan menempatkan infrastruktur cadangan pada layanan cloud backup. Selain itu, serangan cyber seperti DDoS dan Ransomware terus meningkat tanpa terlihat kemungkinan turun. Perusahaan sebesar apapun dapat terhenti layanannya ketika terkena serangan cyber, kecuali jika mereka menggunakan layanan cloud backup.

Layanan Cloud Backup untuk Keberlangsungan Operasional IT

Seperti pada perusahaan jasa keuangan dan perbankan. Pembuatan aplikasi fintech tidak hanya sekedar sampai membuat aplikasi yang dapat digunakan saja. Feedback merupakan faktor yang termasuk dalam siklus inovasi transformasi digital. Perusahaan di tuntut untuk lebih cepat dalam mengadakan pembaruan dan fitur-fitur baru pada aplikasi fintech mereka. Pelepasan fitur baru tersebut harus tetap berkualitas agar tidak mengganggu kinerja sistem yang sudah berjalan. Jika fitur baru tersebut tidak sesuai dengan sistem yang berjalan, ada kemungkinan kerusakan yang akan merembet atau katastropik.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan membutuhkan layanan cloud backup. Selain ekonomis, juga memiliki manfaat lainnya seperti:

  • Lebih cepat dalam melakukan migrasi pada tahap awal
  • Memungkinkan untuk pencadangan sebagian atau keseluruhan
  • Data yang tersimpan bebas dari infeksi malware dengan teknologi pengenalan prilaku data. Sebab jika layanan cloud backup tidak memiliki teknologi keamanan seperti ini, maka sistem dapat terjangkit malware tersebut
  • Kecepatan fail over 15 menit hingga 2 jam. Ini merupakan manfaat layanan cloud backup dalam mengatasi downtime. Seperti contoh serangan ke situs Telkomsel beberapa waktu lalu, jika mereka memiliki cloud backup yang baik maka maksimal 2 jam sudah dapat di restore. Website Telkomsel terkena ‘deface’ lebih dari 9 jam.

Silahkan baca juga: cara untuk menghitung biaya downtime.

Pada akhirnya, tiap orang yang terlibat di perusahaan anda, baik karyawan maupun pelanggan, dapat lebih terbebas dari kekhawatiran terhadap downtime. Kelancaran layanan pada era mobile sekarang ini merupakan hal yang paling utama. Generasi milenial akan langsung pergi ke pesaing anda jika menemukan hambatan dalam akses layanan aplikasi. Biaya downtime akan jauh berlipat lebih besar jika dibandingkan dengan biaya mitigasi downtime menggunakan layanan cloud backup.

Sekilas Layanan Cloud Backup Elitery

Elitery menghadirkan layanan Cloud backup Disaster Recovery as a Service atau yang umum di singkat sebagai layanan DRaaS. Layanan cloud disaster recovery ini dapat anda gunakan sebagai pencadangan sebagaian maupun keseluruhan infrastruktur.

Elitery DRaaS menggunakan infrastruktur data center dengan standar internasional dan dengan teknologi cloud yang dapat mengenali perilaku data. Agen fail-over dan fail-back akan memudahkan team anda dalam menjaga kelancaran operasional layanan IT anda.

Elitery Cloud sudah di percaya oleh 50 institusi keuangan di Indonesia sebagai pencadangan infrastruktur IT untuk misi kritis operasional mereka. Dengan proses migrasi yang sangat mudah, anda dapat langsung menggunakan layanan Elitery DRaaS ini untuk memastikan keberlangsungan layanan operasional IT anda.

Silahkan hubungi team marketing Elitery Cloud untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan cloud back up ini.

Share This