(+62-21) 750 2976 [email protected]

Ekspektasi data center difokuskan pada lima ‘pilar’ ketersediaan, efektivitas biaya, fleksibilitas, pengelolaan, dan keamanan. Pada gilirannya, pilar ini memungkinkan kita merumuskan daftar periksa data center untuk praktik terbaik infrastruktur DC.

Daftar Periksa Data Center untuk Praktik Terbaik Operasional Infrastruktur

Ketersediaan

Data center sebagai tulang punggung operasional dan mitigasi bencana harus tetap aktif dan berjalan. Kelumpuhan operasional pada bisnis dapat seketika meruntuhkan reputasi. Disamping itu, biaya downtime operasional cukup besar, tergantung skala bisnis.

Data center di seluruh Indonesia perlu di organisasikan untuk mencegah masalah downtime, atau setidaknya untuk mendeteksi risiko sesegera mungkin, termasuk:

  • Desain data center yang tangguh dengan penghalang api dan arsitektur bangunan yang tangguh, ini merupakan dasar dari praktik terbaik data center.
  • Beberapa koneksi ke penyedia listrik, misal dari PLN dan PGN.
  • Catu daya tak terputus dengan cadangan baterai dan generator jika terjadi pemadaman listrik.
  • Server redundan dan penyimpanan dengan ketentuan failover pada tingkat perangkat keras dan perangkat lunak.
  • Beberapa tautan jaringan berkecepatan tinggi masuk dan keluar pada titik yang berbeda.
  • AC yang memadai untuk semua peralatan yang dioperasikan di pusat data.
  • Deteksi asap, api, kelembaban dan deteksi banjir.

Efektivitas biaya

Baik disaster recovery data center maupun penyedia layanan colocation harus menguntungkan secara ekonomi. Pelanggan mengharapkan penghematan biaya. Operasional data center, oleh karena itu, perlu berkualitas tinggi, namun juga efisien dan menghindari pengeluaran yang terlalu tinggi. Apa yang diharapkan?

  • Penyimpanan data berjenjang sesuai kebutuhan untuk penggunaan sehari-hari, sesekali, atau arsip.
  • Virtualisasi untuk memaksimalkan produktivitas server fisik melalui mesin virtual (VM).
  • Otomasi rutinitas administrasi sistemAnalisis daya dan pendinginan untuk mencegah terbentuknya titik panas atau dingin yang berlebihan.
  • Fasilitas pengiriman dan pemasangan yang ergonomis, termasuk anjungan penerima yang tahan cuaca.
  • Jarak untuk mengakses rute dan penyimpanan bahan bakar, sambil menghindari bahaya seperti jarak penyimpanan minyak genset dan gardu pembangkit.

Selain itu, dengan menggunakan komputasi awan, sebuah data center dapat lebih efisien dan fleksibel.

Fleksibilitas

Bahkan jika bangunan data center jarang berskala fisik, organisasi internal mereka harus memfasilitasi penskalaan dalam kapasitas daya dan penyimpanan dengan sistem baru, serta menangani tuntutan pengguna puncak. Ini termasuk:

  • Kemampuan data center untuk mengakomodasi teknologi baru dengan kebutuhan daya dan pendinginan yang berbeda.
  • Kemudahan beralih ke prosedur operasional baru atau cara untuk memenuhi persyaratan keselamatan baru.
  • Modularitas dalam tata letak lantai, desain listrik dan mekanik untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
  • Manajemen permintaan untuk informasi yang sangat populer melalui server overflow.

Pengelolaan

Operasi ‘Lights-out’ mungkin dilakukan, tetapi setidaknya, tim dan pelanggan data center harus terus menilai kinerja dan kemungkinan masalah melalui:

  • Perjanjian tingkat layanan dengan pelanggan, termasuk waktu respon layanan dan jalur eskalasi.
  • Secara keseluruhan dan spesifik (per pelanggan untuk multi-pelanggan DC) pemantauan tingkat layanan.
  • Pendaftaran cepat dan resolusi permintaan dukungan, tiket bermasalah, dan alarm.
  • Proses refresh peralatan komputasi terkoordinasi dengan peta jalan untuk pelanggan.
  • Kepatuhan dan sertifikasi standar sekarang dan di masa mendatang (misal: PCI DSS dan ISO 27001).

Keamanan

Baik dalam hal staf, keamanan lokasi data center, kerahasiaan data pelanggan, dan keamanan peralatan lainnya dalam daftar periksa data center untuk praktik terbaik infrastruktur termasuk:

  • Pemenuhan sepenuhnya dengan peraturan keselamatan termasuk pintu darurat.
  • Keamanan fisik dengan perlindungan sambungan listrik dan jaringan, dan brankas kabel.
  • Video pengawasan dan detektor gerak, lencana, pintu masuk ‘mantrap’, penjaga di data center.
  • Enkripsi data, sertifikat SSL, firewall, dan juga firewall virtual (untuk VM).
  • Ruangan colocation yang terkunci dengan langit-langit untuk sistem pelanggan, mengunci lemari sebagai opsi
  • Intrusion detection dan sistem pencegahan, analisis perilaku, dan peringatan kepada staf.
  • Melindungi dan menguji cadangan data dan prosedur pemulihan bencana.
  • Prosedur perusakan data yang andal dan lengkap (hard drive lama, pemutusan kontrak).
Daftar periksa data center ini merupakan hal yang paling umum. Elitery sebagai penyedia data center Indonesia pertama yang mendapatkan sertifikasi Tier III dari Uptime Institute, hingga saat ini belum pernah mengalami downtime. Elitery selalu melakukan daftar periksa tersebut untuk memastikan kelancaran operasional 24/7 yang selalu dapat di andalkan oleh para pengguna.

Percayakan Kebutuhan Data Center Anda Bersama Elitery

Silahkan hubungi tim Elitery untuk mendapatkan diskusikan kebutuhan DRC dan Colocation untuk bisnis Anda.
Share This