(+62-21) 750 2976 [email protected]

Ini merupakan penjelasan paling bermanfaat tentang lima pilar transformasi digital. Daripada sekadar berbagi artikel, hal ini dapat memperluas pemahaman dengan membagikan apa yang telah kita lihat selama beberapa tahun terakhir dalam hal masing-masing pilar transformasi digital.

5 Pilar Transformasi Digital

Tujuan dari transformasi digital adalah agar perusahaan dapat beradaptasi dengan perkembangan pasar yang semakin cepat berubah. Untuk dapat mengimbangi perubahan tersebut, seluruh pimpinan wajib memahami 5 pilar transformasi digital ini sebelum melakukan perencanaan secara keseluruhan. 

1. Tetapkan pola pikir digital

Pola pikir ini harus dimulai di bagian atas organisasi.

Mungkin kita banyak melihat perusahaan yang mempekerjakan eksekutif senior dari perusahaan lain yang sudah lebih dulu matang dalam digital. Kadang-kadang peran pimpinan digital menjadi inti dari upaya transformasi digital mereka. Pandangan yang perlu kita miliki adalah bahwa ini harus menjadi peran sementara, karena tujuan dari pola pikir digital harus konsisten di semua eksekutif.

Kita telah mendengar tentang perusahan yang mengirim eksekutif mereka pada lokakarya pengenalan pemrograman sehingga mereka dapat memahami pola pikir digital lebih lengkap dan membantu mendorong visi.

Pola pikir digital ini perlu menyebar ke seluruh organisasi karena individu di garis depan sering memahami realitas bisnis lebih baik daripada eksekutif.

Pengetahuan mereka dapat mengaitkan realitas saat ini dan memainkan peran penting dalam mendefinisikan proses atau produk digital baru.

Dalam kasus pasar digital yang benar-benar baru, kita setuju bahwa topik ini pada kenyataannya lebih mungkin menjadi rintangan daripada enabler.

2. Definisikan tujuan dari wacana go-digital

Sebuah tujuan belum tentu diketahui sejak awal dan dapat berkembang seiring waktu. Kegesitan juga dibutuhkan; konsep seperti “gagal cepat, gagal awal” memastikan bahwa realitas digital yang dirancang adalah salah satu yang dapat menambah nilai di pasar.

Visi di seluruh perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi pasar, pendatang baru, dan peluang baru saat mereka muncul. Ini seringkali tidak dikenal di awal. Kecepatan bisnis di 2017 kemarin dan di luarnya berarti rencana tiga hingga lima tahun. Anda harus cukup fleksibel untuk menahan keinginan pasar yang berubah.

Sebuah tujuan yang jelas dapat menjadi faktor sukses dalam melakukan transformasi digital. Demikian sebaliknya, tanpa tujuan yang jelas, transformasi digital akan kehilangan arah dan akhirnya kehilangan semangat pada tiap personil yang terlibat.

3. Investasikan pada kemampuan teknologi digital

Berasal dari perusahaan peranti lunak, saya jelas setuju dengan kekuatan transformatif dari perangkat lunak untuk membentuk model bisnis baru. Tapi dari mana Anda mulai? Pertanyaan apa yang Anda inginkan dari transformasi digital untuk membantu Anda?

Apakah ada batasan dalam rantai suplai Anda dengan aset Anda? Internet Of Things dapat membantu menghubungkan bagian bisnis Anda sehingga Anda bisa lebih responsif. Pembelajaran mesin dan analisis kognitif dan prediktif memecahkan masalah yang sangat spesifik saat ini. Selama beberapa dekade berikutnya kecerdasan buatan umum akan menjadi kenyataan. Cloud menyediakan kecepatan dan kelincahan yang dibutuhkan. Saluran komunikasi pelanggan baru sangat penting dan harus menjadi titik awal.

Intinya adalah, ada banyak teknologi yang bisa kita diskusikan di sini (misalnya, blockchain, mobile, e-commerce). Ini adalah waktu yang menarik untuk mempelajari teknologi digital apa saja yang tepat guna untuk bisnis anda. Buatlah skala prioritas yang dimulai dari transformasi infrastruktur IT agar lingkungan operasional anda semakin lancar dan lincah.

4. Beradaptasi untuk keterampilan dan manajemen bakat

Menarik dan mempertahankan keterampilan digital adalah tantangan nyata bagi semua organisasi. Tidak mudah menemukan orang yang telah mahir dalam tahap awal digitalisasi ini.

Pertimbangkanlah kampanye iklan General Electric (GE) yang dirancang untuk merekrut generasi milenium sebagai “pengembang Internet industri” untuk menjadi bagian dari upaya transformasi digital besar-besaran GE. GE telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mengubah dirinya sendiri; sebagian alasannya adalah karena mereka telah menjadi perusahaan digital yang menarik orang-orang yang pada akhirnya akan berhenti di startup perangkat lunak.

Sebagai alternatif, anda dapat ber-mitra dengan penyedia jasa layanan manajemen IT untuk mendapatkan akses keahlian.

5. Evolusi organisasi

Menurut Boston Consulting Group, “Transformasi harus dimulai dengan pilot yang dapat merumuskan strategi dalam beberapa minggu atau bulan, diikuti dengan rencana untuk merumuskan prioritas tertinggi.” Ini adalah bagian dari pendekatan tiga fase di mana tim belajar dari pengalaman sebelumnya.

McKinsey berbicara tentang penskalaan budaya transformatif melalui pabrik digital dan lima pendekatan dan kemampuannya untuk mendorong model operasi generasi berikutnya.

Dalam hal transformasi digital, berarti akan ada evolusi dalam organsiasi Anda. Hal ini perlu di pikirkan untuk di kelola sebaik mungkin agar tetap seimbang dan tidak menghambat proses transformasi digital.

Oleh karena itu, wawasan dan pola pikir digital perlu dimiliki oleh seluruh C-Level. Jika ada seorang C-Level yang belum memahami wawasan digital secara benar, maka hal tersebut akan menjadi penghambat dalam proses transformasi digital.

Sebagai penutup, saya menawarkan kutipan dari pemimpin hebat lain di masa kita, Bill Gates:

“Kami selalu memprediksi perubahan yang akan terjadi dalam dua tahun ke depan. Jangan biarkan diri Anda menjadi terbuai dalam kelambanan. “

Sekarang saatnya bagi perusahaan Anda untuk mengambil tindakan agar tetap relevan. Lima pilar transformasi digital yang dijelaskan tersebut merupakan kerangka sederhana namun bermanfaat untuk memastikan Anda memulai perjalanan dengan baik.

Perusahaan anda berencana lakukan transformasi digital ?

Share This